Masyarakat Sangat Antusias Ingin Miliki Rumah Dp 0 Rupiah, Terimakasih Anies-Sandi


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Masyarakat antusias dengan rumah dengan uang muka atau down payment (DP) 0 rupiah, yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Masyarakat pun ramai mendatangi Pusat Informasi Klapa Village, untuk melihat teladan rumah yang akan dibangun.

Seperti dilansir Republika, teladan rumah yang ketika ini dibuka yaitu tipe 36 dan 21. Type 36 Bangunan tersebut berisi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur. Posisi dapur menjadi satu dengan ruang makan dan ruang keluarga. Sementara itu, untuk rumah tipe 21 hanya terdapat satu kamar tidur. Masing-masing tipe mempunyai balkon.

Iyah (43), salah seorang warga yang tiba untuk melihat rumah contoh, mengaku tertarik untuk mempunyai rumah DP 0 rupiah tersebut. "Bentuk rumahnya unik juga ya," komentar Iyah, ketika ditemui di Pusat Informasi Klapa Village, Senin (22/1/2018).

Iyah ketika ini tinggal mengontrak rumah petak di daerah Pondok Kelapa. Setiap bulannya ia harus membayar biaya sewa termasuk air dan listrik sebesar Rp 1,2 juta. Ia sangat tertarik membeli rumah DP 0 yang pertama dibangun Pemprov DKI di Rusunami Klapa Village alasannya ingin mempunyai rumah sendiri.

"Harapan saya sih mudah-mudahan terealisasi dengan anggun jadi sanggup membantu masyarakat yang sama sekali belum punya rumah sendiri," kata Iyah.

Sementara itu, warga lainnya Sulaenah (56) menyampaikan ia tiba ke tempat tersebut untuk mencari informasi terkait cara pembelian Rusunami. Ia berencana akan mendaftarkan dirinya serta anaknya apabila memang sudah dibuka pendaftaran.

"Anak saya lima pria semua, rencananya mau mendaftarkan nama saya, atau nama anak saya yang paling tua," kata Sulaenah, pada waktu yang sama.

Sulaenah ketika ini tinggal bersama kelima anaknya. Anak yang tertua berusia 30 tahun. Ia sangat berharap, antara dirinya atau anaknya sanggup berhasil mendapat rumah DP 0 tersebut.

Warga lainnya, Ridwan (51) juga mendatangi Pusat Informasi Klapa Village. Ridwan yaitu salah satu korban penggusuran Waduk Ria Rio, Pulomas, Jakarta Timur. Ia ketika ini tinggal di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur.

Selama tinggal di Rusunawa, Ridwan diharuskan membayar Rp 350 ribu perbulan. Hal itu ia rasa sangat memberatkan. Akan lebih nyaman apabila ia sanggup mempunyai rumah sendiri.

"Mau sih, bukan apa-apa namanya di sana (Rusunawa) kan kita tetap bayar, jikalau di sini kan Insya Tuhan punya sendiri," ujar Ridwan.

Ridwan yang bekerja sebagai buruh lepas berharap nantinya, apabila sudah membuka pendaftaran, cicilan perbulannya tidak memberatkan masyarakat kecil. Ia ingin nantinya harga cicilan perbulan Rusunami tersebut masih nyaman di kantong buruh lepas menyerupai dirinya.

"Cuma jikalau cicilan perbulannya melebihi gaji, ya kita gak sanggup juga," ucapnya.

(Sejumlah masyarakat terlihat memadati Pusat Informasi Klapa Village, di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (22/1). Foto: Republika/Inas Widyanuratikah)

Sementara itu, hingga Senin (22/1) siang hari, puluhan masyarakat masih terus bergantian mendatangi Pusat Informasi Klapa Village. Mereka tidak hanya berasal dari Jakarta Timur, tetapi juga seluruh wilayah Jakarta.

Menurut salah satu petugas informasi PD Pembangunan Sarana Jaya, Jumadi, yang bertugas di sentra informasi, semua informasi terkait persyaratan lengkap serta prosedur registrasi akan diumumkan sekitar bulan April.

"Syarat lengkapnya saya belum sanggup kasih informasi. Tapi kini ini syaratnya KTP DKI, diutamakan yang sudah menikah, dan honor maksimal Rp 7 juta," kata Jumadi.

Saat ini, pihak PD Pembangunan Sarana Jaya mencatat semua masyarakat yang hadir di sentra informasi. Jumadi mengatakan, hal itu untuk melihat bagaimana musim masyarakat terhadap dibangunnya Klapa Village. Akan tetapi, banyak yang menduga pencatatan tersebut yaitu pendaftaran.

"Ini isi buku tamu saja, bukan pendaftaran, ya. Tidak perlu pakai fotokopi KTP atau KK," kata Jumadi.

Klapa Village merupakan aktivitas rumah DP RP 0 yang sudah diresmikan pembangunannya oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu (18/1/2018) pekan lalu.

Rencananya akan dibangun dua tower rusunami berisi 700 unit rumah di tanah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Anies berharap aktivitas DP Rp 0 sanggup memenuhi hak-hak dasar warga untuk mempunyai hunian. Dia menuturkan programnya tersebut sanggup menjadi cara mengatasi ketimpangan warga di Jakarta.

"Kita ingin sekali mereka punya tempat tinggal, hak asasinya terpenuhi. Ini penting untuk membereskan ketimpangan di Jakarta," terang Anies ketika meresmikan pembangunan rumah DP 0 Klapa Village.

[video]

Share Artikel: