Berani Atau Keceplosan? Sri Mulyani: Dana Desa Naik Tapi Kemiskinan Belum Turun!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Anggaran dana desa yang dikucurkan pemerintah naik setiap tahun. Namun sayangnya, berdasarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dengan kucuran dana besar, tingkat kemiskinan yang dibutuhkan turun cepat ternyata lambat.

Di jadwal kunjungan ke Magelang dan Yogyakarta, Sri Mulyani menyatakan dana desa setiap tahun meningkat dari Rp 20 triliun menjadi Rp 40 triliun dan terakhir tahun 2017 mencapai Rp 60 triliun. Jika tingkat penurunan kemiskinan tidak beranjak ia menyebut berbahaya.

"Ini sangat berbahaya, ketika dana desa semakin besar, tetapi angka penurunan kemiskinannya tidak beranjak," kata Sri Mulyani ketika berdialog dengan perangkat desa di Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Sabtu 16 Desember 2017.

Ia menyatakan, seharusnya dengan dana desa yang gencar dikucurkan kepada masyarakat pedesaan angka kemiskinan seharusnya sudah berasa di bawah 10 persen. Ia berharap pada 2019 angka kemiskinan semakin menurun Di bawah angka itu.

Ia yang bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo berkeliling ke Daerah spesial Yogyakarta dan Magelang menyatakan dana desa bisa dikelola untuk pembangunan dengan swakelola.

Masyarakat bisa bekerja pada proyek pembangunan di desa yang nantinya akan dibayar secara harian. “Harapannya rakyat miskin ini memiliki pendapatan," kata dia.

Sri Mulyani yang biasa dipanggil Ani ini menambahkan, penyaluran dana desa untuk 2018 berbeda dengan sebelumnya sebab desa yang tertinggal akan mendapat dana desa lebih besar dibandingkan desa yang lebih maju. Desa nantinya bisa mendapat dana desa dari Rp 800 juta sampai Rp 3,5 milyar.

"Harapannya desa yang tertinggal ini kemiskinan bisa segera turun dan menyusul menjadi desa yang maju," kata dia.

Ani juga berharap para kepala desa bisa menciptakan program-program untuk pengentasan kemiskinan. Kepala desa bisa berguru ke desa yang telah maju dan bisa mengelola dana desa dan jadinya bisa menyejahterakan rakyat. “Dana desa bukan untuk kepala desa, tapi untuk rakyat desa,” kata Ani.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menyampaikan selama tiga tahun dana desa yang telah dikucurkan mencapai Rp 120 triliun. Jika dulu untuk pembangunan warga gotong royong, sekarang warga yang ikut bekerja dibayar.

Ada alokasi dana 30 persen untuk upah, nilai itu juga bisa untuk meningkatkan kesejahteraan. "Aturannya jelas, 30 persen dana desa yang diturunkan untuk upah. Ini salah satu cara mengentaskan kemiskinan," kata dia.

Sumber: TEMPO

---

Netizen pun lantas bercuit.


Share Artikel: