Makin Mendunia! Ditolak Hongkong, Ustadz Abdul Somad Diundang Ceramah Ke As
[PORTAL-ISLAM.ID] Pasca ditolak ceramah di Hongkong, Ustadz Abdul Somad justru menerima simpati luas dari aneka macam pihak.
Bahkan Ustadz Abdul Somad sudah diundang untuk ceramah di Amerika Serikat (USA).
Hal ini disampaikan oleh Imam Shamsi Ali, imam masjid di New York AS yang berasal dari Indonesia.
"Saya sangat kecewa dengan tindakan atau kebijakan sebagian pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri, terhadap Ustaz Abdul Somad. Kejadian di Bali beberapa hari lalu, dan kejadian di Hongkong juga tiga hari kemudian sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dibanggakan oleh dunia, khususnya yang menganut paham demokrasi dengan kebebasan (freedom) sebagai esensi dasarnya."
"Oleh karenanya, Saya memutuskan untuk mengundang beliau. Saya mencari kontak dia dan mengontak beliau. Subhanallah dia dengan sangat hormat dan tulus merespon dengan positif permintaan kami ke USA insyaAllah," tutur Shamsi Ali dalam pesan tertulis kepada wartawan, Selasa (26/12/2017).
Berikut selengkapnya goresan pena Imam Shamsi Ali wacana Ustadz Abdul Somad ibarat dilansir kumparan.com:
"Ustaz Abdul Somad yang Saya Kenal"
Oleh: Shamsi Ali
Saya sangat kecewa dengan tindakan atau kebijakan sebagian pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri, terhadap Ustaz Abdul Somad. Kejadian di Bali beberapa hari lalu, dan kejadian di Hongkong juga tiga hari kemudian sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dibanggakan oleh dunia, khususnya yang menganut paham demokrasi dengan kebebasan (freedom) sebagai esensi dasarnya.
Apapun alasannya pencekalan itu baik oleh oknum masyarakat maupun pemerintah sangat tidak sejalan dengan semangat kebebasan dan keragaman.
Dalam dunia demokrasi yang kita kenal, ibarat Amerika, kebebasan ekspresi, berbicara dan beropini itu hak asasi insan yang sangat dihormati. Dan tidak akan dianggap bahaya selama itu masih dalam batas opini atau bicara (speech). Maka mengkritik presiden sekalipun ialah hal masuk akal selama tidak ada ancaman, apalagi tindakan kekerasan (violence).
Sejujurnya aku belum terlalu usang mengenal Ust. Abdul Somad, Lc., MA. Baru sekitar bulan Juli kemudian aku kembali ke Jakarta dan salah seorang pengurus Islamic Center Jakarta memperlihatkan proposal supaya ceramah-ceramah aku direkam. Menurutnya, ada seorang ustaz ketika ini yang menjadi magnet, disenangi di mana-mana. Beliaupun menyebutkan nama itu, Ust. Abdul Somad.
Dari situlah aku menjadi ingin tahu siapa gerangan sosok itu. Saya cari dia di YouTube, dan subhanallah, dia ialah sosok ulama yang luar biasa. Saya tidak terlalu tertarik dengan kepopulerannya. Karena aktor juga banyak yang populer, politisi juga demikian. Bagi aku banyak cara untuk populer. Teroris juga terkenal alasannya kejahatannya.
Justru yang menciptakan aku terkagum dengan dia ialah keseimbangan dalam memahami Islam. Mungkin bahasa populernya dia sangat moderat dalam pemahaman. Tidak ekstrim ke samping mana saja, baik kiri maupun kanan.
Tapi yang lebih penting ialah keluasan ilmu dan tumpuan agama yang dia miliki. Sungguh aku bahagia ketika seseorang beragumentasi dan memberikan argumentasi dengan tumpuan dan pemahaman yang luas.
Maka ceramah-ceramah yang diselingi dengan humor-humor yang sesuai dan mengena bagi aku memang sangat masuk akal bila mempunyai daya atraksi yang tinggi. Sehingga di mana-mana dia dicari, serta diterima oleh massa yang sangat besar.
Karakter mulia
Tapi yang paling aku kagumi dari guru kita ini ialah kesederhanaan, apa adanya, dan insya Tuhan menyampaikan dan melaksanakan semuanya tanpa dipoles-poles. Beliau melaksanakan dakwah tanpa pilih, di kota besar atas permintaan pejabat besar atau dipelosok desa atas permintaan rakyat kecil. Bagi dia semuanya punya hak yang sama.
Melalui aneka macam ceramah di YouTube, aku belakang layar memang jatuh hati baik oleh ajaran dan pendapat keagamaan dia maupun cara penyampaian yang berkarakter dan menyegarkan. Bahkan jujur aku banyak menimba ilmu gres dan segar dari ceramah-ceramah beliau.
Oleh jadinya aku memutuskan untuk mengundang beliau. Saya mencari kontak dia dan mengontak beliau. Subhanallah dia dengan sangat hormat dan tulus merespon dengan positif permintaan kami ke US insyaAllah.Keinginan aku untuk mengundang dia ialah selain memperlihatkan tausiah-tausiah ke masyarakat Indonesia di Amerika, juga seorang ustaz, apalagi sebesar nama dia perlu diberikan kanal global. Bahwa keluasan ilmu agama menjadi sangat penting untuk dibarengi oleh pengalaman yang lebih banyak sehingga wawasan akan semakin menjadi luas pula.
Maka aku berusaha menemui dia di ketika ada kesempatan kembali ke tanah air. Kesempatan itupun terjadi di daerah Ust. Arifin Ilham, Sentul. Subhallah aku menemukan sosok yang luar biasa dalam kesederhanaan, kesahajaan, tapi memilii kharisma dalam kata dan penyampaian.
Dua hari sehabis itu kembali kami dipertemukan di kampung halaman aku di Makassar. Saya sungguh kagum betapa dia dikarunia Tuhan kemampuan keilmuan dan daya tarik sehingga massa begitu berlimpah untuk mendengarkan tausiah-tausiah beliau.
Maka mendengarkan informasi penolakan dan pencekalan itu menimbulkan aku kecewa, entah kepada siapa. Walau aku sadar bahwa da’wah itu alamiahnya niscaya akan tertantang. Saya bukan mempermasalahkan itu. Tapi mereka yang menolak atau mencekal dengan tuduhan-tuduhan yang jahat, bahkan tanpa ada bukti.
Sempurnahkan Ust. Abdul Somad? Apakah dia higienis sama sekali dari kekurangan dan kesalahan?
Kata orang Amerika, who the hell is perfect? Siapa yang sempurna?
Tapi bila seorang Abdul Somad yang sopan, santun, imbang dan moderat, menghormati perbedaan, cinta sesama Muslim dan sesama manusia, dan cinta tenang dicekal? Lalu siapa lagi yang dianggap tidak radikal? Apakah memberikan Islam dengan jujur dan apa adanya itu radikal?
Kalau ternyata radikalisme itu dipahami demikian, maka aku menyampaikan tidak baiklah dengan konsep moderasi. Jika moderasi berarti menyembunyikan kebenaran, mengesampingkan keadilan, maka masanya kita perlu merumuskan konsep moderasi yang berbeda. Wallahu a’lam!
Sumber: Kumparan